Berita Terkini

Adakan Media Gathering, KPU Gresik Ajak Insan Pers Sukseskan Pemilu 2024

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gresik terus melakukan kerja-kerja dalam melakukan tahapan menuju Pemilihan Umum 14 Februari 2024 ini. Bukan hanya secara internal penyelenggara pemilu, KPU Gresik juga terus aktif mengajak pihak-pihak terkait, dalam upaya menjemput suksesnya pesta demokrasi rakyat tersebut. Dengan mengundang puluhan insan pers, KPU Gresik mengadakan Media Gathering bertajuk 'Peran Media dalam Menyukseskan Pemilu 2024', di Hotel Horison Gresik, Senin (11/12/2023). Dalam pantikannya, Makmun Komisioner KPU Gresik Devisi Sosialisasi dan SDM mengungkap, bahwa sebagai leading sector dalam penyelenggaraan pemilu, KPU harus terus melakukan pendidikan pemilih. "KPU tidak bisa sendirian, maka dalam hal ini kami mengajak insan pers, untuk terus  mengedukasi masyarakat, dengan narasi-narasi yang bermutu dan benar, agar masyarakat terdidik menjadi pemilih yang cerdas," ungkap Makmun. Sehingga lanjut Makmun, pelan tapi pasti, kita bisa meningkatkan kualitas pemilu kita, karena hanya dengan cara mendidik pemilih, kita bisa berharap kualitas demokrasi Indonesia mengalami perbaikan. Kemudian Prof Dr H Abdul Chalik Dekan FISIP UIN Sunan Ampel Surabaya, dalam materinya Pemilu 2024 ini, menjadi catatan penting dalam demokrasi kita. "Bicara Pemilu 2024, adalah demokrasi prosedural vs demokrasial, artinya kita bertaruh untuk bisa menjadikan pemilu ini, sebagai jalan untuk mencapai substansi demokrasi yaitu kesejahteraan rakyat, bukan hanya sekedar proseduran pergantian kepemimpinan nasional," terang Guru Besar Ilmu Politik Islam UIN Sunan Ampel ini. Prof Chalik berharap, insan pers tidak sekedar jadi kelompok pasif dalam Pemilu 2024. "Para Jurnalis jangan hanya menjadi kelompok sub-ordinat, tapi harus menjadi kelompok critical thingking, yang mewarnai demokrasi kita, dalam rangka demi indonesia yang lebih sejahtera," tambah Prof Chalik.

KPU Tekankan Pembentukan KPPS Harus Perhatikan Ketrampilan Penggunaan Teknologi

Dalam rangka mematangkan pembentukan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gresik terus menyiapkan diri, akan tahapan Pemilu 2024 berjalan sesuai dengan perencanaan. Kali ini, KPU Kabupaten Gresik menyelanggarakan 'Bimbingan Teknis Pembentukan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk Pemilu 2024 Bersama PPK se-Kabupaten Gresik', di Hotel Santika Gresik. Dalam keterangannya, Makmun Komisioner KPU Gresik Devisi Sosialisasi dan SDM, menyampaikan bahwa peran badan adhoc, dalam hal ini PPK, PPS, dan KPPS yang akan dibentuk, agar bisa bersentuhan langsung dengan masyarakat, karena citra KPU, ditentukan oleh hal itu. "Maka pentingnya kedisiplinan badan adhoc, dalam menjalankan tahapan pemilu dengan serius, untuk mendapat kepercayaan dari masyarakat, terutama Devisi Humas harus jelan," terang Makmun, Minggu (10/12/2023). Mengenai pembentukan KPPS, Makmun mengungkapkan, bahwa PPK dan PPS harus memperhatikan kesehatan calon KPPS, hal ini sebagai bentuk pencegahan dini. "Kemudian, juga harus diutamakan ketrampilan penggunaan teknologi bagi calon petugas KPPS, harap memperhatikan kemampuan menggunakan teknologi, karena Pemilu kali ini akan banyak memanfaatkan kemajuan teknologi, yaitu sistem informasi yang akan dipakai KPU," tambahnya. Makmun juga menambahkan, bahwa keterwakilan perempuan juga harus diperhatikan dalam pembentukan KPPS, yaitu 30 % keterwakilan perempuan. Sementara itu, Komisioner KPU Gresik Kholyatul Mudznibah menyampaikan, agar PPK memahami betul payung hukum pembentukan KPPS. Yaitu Peraturan KPU No. 8 Tahun 2022 Pembentukan dan Tata Kerja Badan Adhoc Penyelenggara Pemilihan Umum dan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan Walikota dan Wakil Walikota, serta Keputusan KPU Nomor 1669 Tahun 2023 tentang Pedoman Teknis Pembentukan Badan Adhoc Penyelenggara Pemilihan Umum dan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan Walikota dan Wakil Walikota.

KPU Gresik Bakal Rekrut 25 Ribu KPPS Pemilu 2024

Dua bulan menjelang pelaksanaan coblosan, yakni Rabu, 14 Februari 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gresik bakal membuka pendaftaran petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara), sebanyak 7 orang di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). Komisioner KPU Gresik Makmun menjelaskan, bahwa pembentukan KPPS sangat vital mengingat menjadi wajah dari KPU pada hari pemungutan saura. "Tanggung jawab dari KPU adalah memastikan ketersediaan kebutuhan KPPS melalui perangkat kelembagaannya yang layak untuk bekerja sesuai aturan perundang-undangan," jelas Komisioner KPU Gresik Devisi Sosialisasi dan SDM itu, saat ditemui di Kantor KPU Gresik, Jum'at (8/12/2023). Makmun menambahkan, bahwa penerimaan pendaftaran calon anggota KPPS akan dilaksanakan tanggal 11-20 Desember 2023, di Sekretariat PPS masing-masing Desa / Kelurahan. "Jika diakumulasi, dengan 3.673 TPS yang tersebar di 356 desa di Kabupaten Gresik, maka KPU Gresik bakal merekrut 25.711 orang menjadi anggota KPPS untuk pelaksanaan Pemilu 2024," jelas Makmun. Adapun desa dengan kebutuhan KPPS terbanyak, lanjut Makmun, adalah Desa Suci Kecamatan Manyar, dengan 343 kebutuhan anggota KPPS, dari 49 TPS yang ada. "Untuk masa kerja KPPS itu satu bulan, terhitung mulai tanggal 25 Januari sampai 25 Februari 2024," tambah Makmun. Adapun beberapa persyaratan bagi calon anggota KPPS antara lain, WNI berusia 17-55 tahun, berdomisili dalam wilayah kerja KPPS, berpendidikan paling rendah SMA, tidak menjadi anggota Parpol, serta tidak pernah di pidana berdasar putusan pengadilan selama 5 tahun atau lebih. Calon anggota KPPS juga harus menyatakan setia kepada Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, dan Cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945, kemudian mempunyai integritas, pribadi yang kuat, jujur dan adil, serta mampu secara jasmani, rohani, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika. "Selain KPPS, KPU Gresik juga bakal merekrut 2 petugas Linmas disetiap TPS, jika ditotal, kita akan merekrut 7.346 petugas Linmas," tandas Makmun.

Pemilu 2024 Makin Dekat, KPU Gresik Undang PPK Agar Optimalkan Sosialisasi

  Gresik, kpugresik.go.id — Dalam rangka terus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam gelaran Pemilu 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gresik terus melakukan upaya pemaksimalan kerja seluruh jajarannya. Hal tersebut dilakukan KPU Gresik, dengan menghadirkan seluruh Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Anggota Devisi Parmas se-Kabupaten Gresik, dalam 'Bimbingan Teknis Optimalisasi Pelaksanaan Sosialisasi untuk Meningkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pemilu Tahun 2024'. Pada kegiatan yang dilakukan di Hotel Horison GKB Gresik, Selasa (5/12/2023) ini, Makmun Komisioner KPU Gresik menyampaikan bahwa PPK harus bisa menjalankan sosialisasi pemilih dengan optimal, karena masyarakat selalu butuh akan informasi yang jelas dan benar dari penyelenggara pemilu. "Jadi media sosialnya seluruh PPK harus terus memposting informasi terkait tahapan pemilu, karena jika tidak, masyarakat akan sangat rawan termakan berita hoax," jelas Komisioner Devisi Sosialisasi dan SDM ini. Makmun melanjutkan, bahwa pendidikan pemilih pemula juga harus terus dilakukan di setiap SMA/SMK/MA dan Pondok Pesantren, bisa dengan menjadi guru tamu mata pelajaran PPKN, pembina upacara, atau kerjasama pelaksanaan pemilihan ketua OSIS. "Kemudian libatkan juga teman-teman PPS (Panitia Pemungutan Suara), untuk sosialisasi di masyarakat, seperti forum tahlilan, rapat RT/RW, dan pertemuan-pertemuan sejenis," tambahnya. Sementara itu, Ketua KPU Gresik Akhmad Roni menambahkan, bahwa melakukan sosialisasi Pemilu 2024 dan pendidikan pemilih adalah kewajiban penyelenggara pemilu, yang dalam hal ini PPK. "Ini adalah tantangan kita (red: KPU dan PPK), untuk mengoptimalkan sosialisasi dalam rangka menaikkan tingkat partisipasi pemilih pada Rabu, 14 Februari 2024," ujar Roni. Selain Akhmad Roni dan Makmun, hadir pula dalam kegiatan bimbingan teknis tersebut Komisioner KPU Kholyatul Mudznibah dan Alam Amrullah. (kpugresik/makmun)

KPU Kabupaten Gresik Tingkatkan Pengawasan Data Pemilih

Gresik, kpu-gresik.kpu.go.id — Rutin laksanakan apel pagi, anggota KPU Kabupaten Gresik Abdullah Sidiq Notonegoro kali ini memimpin apel senin pagi (27/11/2023) di halaman kantor KPU Kabupaten Gresik diikuti oleh seluruh anggota dan staff KPU Kabupaten Gresik. Dalam amanatnya, Sidiq menjelaskan betapa pentingnya untuk memilah data yang boleh disebar kepada publik dan data yang sifatnya rahasia. ”Saya harap kita sudah paham mana data yang sifatnya rahasia dan mana data yang dapat diinformasikan kepada publik,” ucap Sidiq. Selanjutnya, Sidiq menegaskan kepada seluruh pegawai KPU Kabupaten Gresik yang hadir untuk benar-benar menjaga yang sifatnya rahasia, karena ini merupakan salah satu kewajiban sebagai penyelenggara untuk patuh terhadap peraturan yang berlaku. ”Siapapun orangnya, jika memang itu bukan data yang bersifat umum untuk diinformasikan kepada publik, maka kita benar-benar harus menjaga kerahasiaan dari data tersebut,” tegasnya Kebocoran data sangat berbahaya jika sampai terjadi, terlebih lagi jika itu adalah data pemilih. Akan menjadi kesalahan fatal jika sebanyak 961.992 data pemilih dari Kabupaten Gresik terjadi kebocoran data, hal ini dapat memberikan kesan buruk kepada kinerja seluruh anggota dan staff KPU Kabupaten Gresik yang terlibat dalam hal ini. ”Tentu kita harus menjaga prespektif baik dari masyarakat terhadap kinerja kita, salah satunya dengan cara menjaga kerahasiaan data,” pungkasnya.

Simulasi Debat Capres-Cawapres, Cara Kreatif SMANUSA Gresik Sosialisasikan Pemilu 2024

Sebagai salah satu sekolah favorit di Kabupaten Gresik, Sekolah Menengah Atas Nahdlatul Ulama 1 (SMANUSA) Gresik, selalu punya cara unik dan kreatif, untuk memahamkan para siswa dalam berbagai pembelajaran. Kali ini, SMANUSA Gresik membalut sosialisasi Pemilu 2024, dengan membuat simulasi debat Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden (Capres-Cawapres) untuk Pemilu 2024, dengan mengundang Makmun Komisioner KPU Gresik sebagai panelis. Sebelum simulasi debat, Makmun terlebih dahulu memberi pengantar tentang sosialisasi Pemilu 2024, agar para siswa berbondong-bondong datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), pada Rabu, 14 Februari 2023, dengan keyakinan hati dan akal sehat. "Indonesia ini pemerintahannya menganut sistem demokrasi, yaitu sistem pemerintahan yang pengambilan kebijakannya dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Kemudian, pemilu adalah sarana negara untuk menanyakan kehendak rakyat, yang tujuannya adalah melanjutkan kepemimpinan bangsa," terang Komisioner KPU Gresik Divisi Sosialisasi dan SDM ini, di SMANUSA Gresik, Jumat (24/11/2023). Pasca itu, para siswa yang ditugaskan menjadi para pasangan Capres-Cawapres, masing-masing menyampaikan visi dan misi dalam simulasi debat, bak debat kandidat yang biasanya dilakukan oleh KPU RI. Pasangan calon (paslon) 1 sebagai Anies-Muhaimin yaitu Shafira dan Nur Rotus Sholikha, kemudian paslon 2 sebagai Prabowo-Gibran adalah Hisbi dan M Far'an, dan paslon 3 sebagai Ganjar-mahfud: Hafiz Arief dan Nabila Dwi, semuanya adalah siswa kelas 12 SMANUSA Gresik. Mereka memaparkan janji-janjinya, mengenai aspek ekonomi, kesehatan, pendidikan, lingkungan, sampai kesetaraan gender, yang kemudian ditanggapi oleh panelis. "Apa yang menjadi faktor penurunan akhlaqul karimah para generasi muda, kemudian cara apa yang akan dilakukan menanggapi hal tersebut," tanya Makmun, pada paslon 1. "Latar belakang terbesar penurunan akhlaq para generasi muda, tentunya adalah pengaruh budaya globalisasi yang tidak dapat ditolak, yang harus dilakukan adalah menata dengan baik, agar tidak mengakibatkan hal-hal buruk bagi generasi muda," jawab paslon 1, Shafira dan Nur Rotus Sholikha. Sementara itu, Kepala Sekolah SMANUSA Gresik Drs. Agus Syamsuddin, M.Ag menyampaikan, bahwa kegiatan sosialisasi menyongsong Pemilu 2024 dalam bentuk simulasi debat ini, adalah implementasi dari Kurikulum Merdeka, berupa Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), dengan tema 'Suara Demokrasi'.