Berita Terkini

Coklit Serentak Dimulai, KPU Gresik Kerahkan 3.667 Pantarlih

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gresik kerhakan 3.667 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) mulai hari ini, Minggu, 12 Februari sampai 14 Maret 2023 untuk melakukan Coklit (Pencocokan dan Penelitian-red). Sebelum coklit dimulai akan ada pelantikan Pantarlih, dilanjutkan dengan apel kesiapan coklit, bimbingan teknis, dan selanjutnya baru kegiatan coklit yang dilakukan serentak pada Minggu, 12 Februari 2023. Menurut Divisi Data dan Informasi KPU Kabupaten Gresik, Abdullah Sidiq Notonegoro coklit digunakan untuk mewujudkan akurasi dan kualitas data pemilih pada Pemilu Serentak Tahun 2024. “Meski kalender berwarna merah karena bertepatan dengan hari Minggu yang identik dengan hari libur, namun hal itu tidak berlaku bagi penyelenggara pemilu. Karena mulai hari ini, Minggu 12 Februari 2023, merupakan tahapan awal coklit data pemilih dan penyusunan daftar pemilih Pemilu Tahun 2024,” paparnya. “Dalam melaksanakan coklit, Pantarlih akan mendatangi satu per satu rumah warga.  Lalu dalam tugasnya, Pantarlih akan mencocokkan data pemilih, mendata masyarakat yang sudah memiliki hak pilih, namun belum tercatat dalam Formulir A-Daftar Pemilih. Serta mencoret pemilih jika ditemukan tidak memenuhi syarat,” jelas Sidiq Sementara itu, untuk kepentingan coklit, masyarakat dapat menyiapkan bukti dukung berupa Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el), serta bukti dukung lainnya. Agar memudahkan dan mempercepat proses coklit oleh Pantarlih. Kegiatan pelantikan dan apel Serentak Pantarlih KPU Kabupaten Gresik di lakukan di 18 Kecamatan Se Kabupaten Gresik. (kpugresik/iga)

KPU Gresik Wajib Sampaikan Perkembangan Tahapan Pemilu

Paca diluncurkannya tahapan dan jadwal pemilihan Tahun 2024 seluruh pegawai KPU Gresik diminta untuk konsisten memberikan informasi perkembangan tahapan pemilu kepada public. Hal tersebut dilakukan semata-mata untuk menjalankan tugas yang diamanatkan oleh UU Pemilu yaknu menyampaikan informasi terkait perkembangan penyelenggaraan tahapan pemilu. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sekretaris KPU Kabupaten Gresik Ahmad Fahruddin saat memimpin apel upacara pagi, pada Senin (13/02/2023) di depan Kantor KPU Gresik Jalan Dr Wahidin. Apel upacara diikuti oleh seluruh Kasubag dan pegawai dan Staf KPU. “Kepercayaan publik terhadap produk pemilihan harus kita jaga. Untuk itu kami mengimbau kepada seluruh pegawai KPU Gresik untuk tetap berpedoman pada sistem yang dianut dalam Undang-undang tentang Pemilu,” pungkas Fahruddin Selain itu pihaknya juga menuturkan, agar seluruh SDM di KPU Gresik dimaksimalkan. Mengingat pada bulan ini merupakan awal tahapan dimulai, sehingga penting sekali untuk menyusun strategi penyelenggaraan tahapan agar berjalan dengan semestinya. Lebih lanjut, Fahruddin juga menuturkan untuk tetap menjaga semangat kinerja dengan cara membangun vibes positif dan bahagia. Serta tetap mejaga kesehatan dan prokes diamanpun berada. “Seluruh Staf KPU Gresik agar tetap menjaga diri, bekerja dengan happy dan  patuhi protokol kesehatan dan jangan lupa vaksinasi kedua harus hadir,” pungkasnya. (kpugresik/iga)

Gaungkan Semangat Satu Tahun Menuju Pemilu 2024, KPU Gresik Ikuti Nobar

Dalam rangka memperingati setahun menuju hari pemungutan suara Pemilu Tahun 2024, KPU Kabupaten Gresik ikut memeriahkan nonton bareng akan  kegiatan “Peluncuran Kirab Pemilu Tahun 2024: Setahun Menuju Hari Pemungutan Suara”. Kegiatan bertema “Pemilu Sebagai Sarana Integrasi Bangsa “ Rabu, 14 Februari 2023.   Acara yang berlangsung di delapan lokasi, yaitu KPU RI, KIP Aceh, KPU Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, KPU Provinsi Kalimantan Barat, KPU Provinsi Kalimantan Utara, KPU Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara, KPU Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan KPU Provinsi Papua di siarkan langsung memalui kanal youtube KPU RI.   Sebagai Informasi, Ketua KPU Hasyim Asy’ari  berada di KPU RI, Jakarta, Mochammad Afifuddin, KIP Aceh, Parsadaan Harahap, KPU Kota Batam, August Mellaz, KPU Provinsi Kalimantan Barat,  Idham Holik, KPU Kalimantan Utara, Betty Epsilon Idroos, KPU Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan Yulianto Sudrajat, KPU Provinsi Papua serta Bernad Dermawan Sutrisno, KPU Kabupaten Pulau Morotai. Kirab berupa pelepasan/ pemberangkatan tim Kirab yang mengawal bendera Partai Politik Peserta Pemilu Tahun 2024 secara bersamaan dengan menggunakan bendera start oleh anggota KPU dan Sekretaris Jenderal KPU menuju KPU/KIP Kabupaten/Kota berikutnya sebagaimana rute yang telah ditentukan. “Satu tahun menuju hari pemungutan suara Pemilu 2024 ditandai dengan peluncuran kirab dari 7 titik di seluruh penjuru Indonesia. Nanti secara estafet dari kabupaten kota tempat dimulainya kirab itu secara bergiliran berestafet, sambung menyambung ,dan nanti akhirnya pada bulan November akan sampai di ibukota, sampai di kantor KPU Pusat ,”Ungkap Hasyim Di akhir sambutan, Hasyim mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memaknai bahwa pilihan boleh berbeda, berkawan dan berlawan dalam politik bisa silih berganti, tidak ada kawan dan lawan yang abadi dalam pemilu dalam pilkada, tetapi pada saatnya suatu ketika masing-masing kita akan mencari koalisi, mencari kawan dalam Pemilu maupun Pilkada. (kpugresik/iga)

Terbanyak di Gresik, PPS Suci Lantik 49 Pantarlih

Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Suci melantik 49 petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih), untuk Pemilihan Umum 2024 di Balai Desa Suci, Minggu (12/2/2023). Muncul fakta menarik dari pelantikan tersebut, yaitu Suci adalah desa dengan petugas Pantarlih terbanyak di Gresik, yaitu 49 petugas dari 3667 petugas se kabupaten Gresik yang bekerja diwilayah TPSnya masing-masing.  Dalam arahannya, Komisioner KPU Gresik Divisi Sosialisasi dan SDM Makmun, memberikan support kepada para petugas Pantarlih yang telah di lantik. "Karena Suci ini Pantarlihnya terbanyak, kami dari KPU Gresik menyempatkan untuk hadir langsung, guna memastikan pekerjaan yang akan dilakukan oleh para petugas berjalan maksimal," jelas Makmun. Pria yang berdomisili di Suci ini, juga menyampaikan, bahwa tugas penyelenggara Pemilu, terutama KPU adalah lembaga layanan, bukan lembaga gagah-gagahan, salah satu yang harus di layani dengan maksimal adalah para pemilih. "Jadi kita betul-betul melayani pemilih, supaya bisa menggunakan hak konstitusionalnya, agar masuk dalam DPT, dan prosesnya adalah melalui coklit yang akan anda semua lakukan," jelasnya. Selain itu, Makmun juga menyampaikan angin segara kepada para Pantarlih, jika sebelumnya Pantarlih bekerja selama 1 bulan dengan honor Rp.800.0000, sekarang bekerja 2 bulan dengan honor Rp.1.000.000 tiap bulan. Kemudian, Kepala Desa Suci Achmad Rizal juga berpesan kepada para Pantarlih, agar bersemangat dalam melakukan proses coklit. "Karena jika tidak ada anda semua (baca : petugas Pantarlih), Pemilu tidak akan sukses. Semoga kita bisa membangun negeri ini, dari pemilu yang jujur dan adil," ungkap Rizal. Terakhir, Ketua PPS Suci Achmad Hilmi Afandi mengingatkan kepada para Pantarlih, agar dengan teliti dalam menjalankan tahapan Pemilu 2024 ini. "Pantarlih memang bagian kecil dari penyelenggaraan Pemilu 2024, tapi kesuksesan Pemilu besok, itu bergantung dari hasil kerja dan capaian Anda semua, jadi Anda semua adalah pahlawan demokrasi yang sesungguhnya," pungkas Hilmi.

Komitmen Jaga Integritas Data Pemilih

Dalam waktu dekat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gresik melalui Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) akan memulai proses pemutakhiran data pemilih. Pantarlih akan datang dari rumah kerumah, melakukan pencocokan dan penelitian (coklit). Untuk itu penting sekali melakukan pemahaman secara menyeluruh kepada petugas untuk tetap menjaga validitas dan integritas data mengingat data pemilih nantinya juga akan berpengaruh pada tahapan lain salah satunya pengadaan logistic. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua KPU Kabupaten Gresik Akhmad Roni saat memimpin apel upacara pagi, pada Senin (6/2/2023). “Jangan sampai salah melakukan pencocoan data masyarakat, (kalau terjadi) akan berpengaruh terhadap tahapan lainnya”, ucap Roni Selain itu, pihaknya juga menuturkan, agar jajaran secretariat KPU Gresik untuk terus fokus dan kosentrasi disetiap tahapan Pemilu yang sedang dan akan dilaksanakan. Hal tersebut sebagai komitmen KPU dalam sukseskan Pemilu serentak Tahun 2024. “Semua wajib bekerja dengan fokus dan konsitesn laksanakan tahapan Pemilu tahun 2024 yang jadwalnya beriringan agar Pemilu bisa sukses dan sesuai dengan yang diharapkan,”pungkasnya. (Iga/kpugres)    

PCNU Gresik Undang KPU untuk Beri Pendidikan Pemilih

Pengurus Cabang Nahdlatul ulama' (PCNU Gresik, melaui tiga lembaganya, Lembaga Ta'mir Masjid NU (LTM-NU), Lembaga Dakwah NU (LDNU), serta Lembaga Ta'lif wan Nasyr (LTN-NU), mengundang KPU Gresik, untuk memberikan pendidikan politik bagi warga NU, di Mushola an-Nahdhoh PCNU Gresik, Sabtu, (4/2/2023). Acara yang di mulai sejak pagi tersebut, juga mengundang Dr. KH. M. Sholeh Qosim, untuk memberikan materi tentang moderasi beragama, kepada para Takmir, Khotib Masjid hingga para pengurus lembaga NU Gresik. Baru pada siang harinya, dilanjutkan materi dari KPU Gresik tentang pendidikan politik bagi warga NU. Komisioner KPU Gresik divisi Sosialisasi dan SDM Makmun, hadir dan menyampaikan materi pendidikan politik. Dalam penyampaiannya, Makmun menjelaskan dasar-dasar Pemilu dan Demokrasi di Indonesia. Hal ini penting, karena NU secara historis, sangat erat kaitannya dengan perkembangan demokrasi di Indonesia. "Demokrasi bisa di katakan berhasil, apabila memenuhi beberapa indikator, diantaranya, Pertama, demokrasi tidak mengandaikan semua orang akan setuju  dalam satu pendapat saja. Itu adalah hal yang mendasar dari nilai demokrasi yang bisa dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari," jelas Makmun. Kedua, lanjut Makmun, ketika aktor politik atau masyarakat sudah biasa dalam penyelesaian konflik atau masalah melalui jalur prosedur hukum yang ada di Negara ini. "Sebagai contoh, adalah kejadian Pemilihan ulang tahun 2010 di Gresik. Ketika itu, ada gugatan di Mahkamah Konstitusi, dan dikabulkan untuk pemilihan ulang di 9 kecamatan," lanjut Makmun. "Kita bersyukur, saat itu tidak terjadi cheos (baca : kerusuhan) di Gresik, dan masyarakat turut melaksanakan putusan MK dengan damai, meskipun terjadi perbedaan hasil calon terpilih setelah itu, ini menandakan masyarakat Gresik sudah cukup dewasa menjalankan demokrasi," tuturnya. Menurut Makmun juga, KPU Gresik sadar betul, bahwa di Gresik, kepatuhan kepada Kyai luar biasa besar. Maka ia menitipkan kepada para khatib, agar menyampaikan nilai-nilai demokrasi kepada masyarakat, melaui ceramah-ceramah agama. "Karena kita akan menghadapi Pemilihan Umum 2024, tepatnya Rabu, 14 Februari 2024 dan Pilkada 27 November 2024. Lha, ini adalah momen konsolidasi bangsa beserta seluruh masyarakatnya,  tak terkecuali warga NU juga harus ikut memanfaatkan momen ini, bagi kepentingan jamaah, jam'iyah dan nilai-nilai yang selama ini diperjuangkan oleh warga Nahdliyin," pungkas Makmun.(is/kpugres)